Content: / /

Santi Jadi Tangan Kanan Bisnis Orang Prancis di Bali Lantaran Pandai Berbagai Bahasa

Perempuan

08 Juni 2019
Santi Jadi Tangan Kanan Bisnis Orang Prancis di Bali Lantaran Pandai Berbagai Bahasa

Santi Setya Ningrum saat bersama orang prancis yang juga menjadi bosnya

Lumajang (lumajangsatu.com) - Seni komunikasi adalah bahasa kepemimpinan Ialah Santi Setya Ningrum. Gadis cantik kelahiran desa Tumpeng Kecamatan Candipuro ini rupanya memiliki kemampuan berbahasa yang luar biasa. 4 tahun yang lalu, ia dipercaya oleh seseorang yang memiliki usaha kerajinan tangan atau yang biasa dikenal dengan handmade/handycraft untuk menjadi tangan kanan si empunya dalam mengembangkan usahanya tersebut.

Tak tanggung-tanggung, gadis berusia 25 tahun ini menguasai setidaknya 4 bahasa secara otodidak, terutama pada bahasa Inggris yang fasih ketika diucapkannya. Beberapa kerajinan yang ia pasarkan merupakan kerajinan dalam kualitas terbaik seperti kayu fosil, ukiran meja dan lain sebagainya.

Menariknya lagi, gadis poliglot ini memiliki intuisi bisnis yang sangat bagus hingga menuai hasil yang amat baik pula bagi si empunya usaha. Ketika ditanya, bahasa apa saja yg ia kuasai. Setidaknya 4 bahasa yg ia kuasai antara lain, Korea, bahasa Inggris, Jerman dan Australia.

"Saya belajar bahasa itu otodidak, tapi alhamdulillah saya bisa hingga dipercaya jadi tangan kanan bos" ujar wanita bermata sipit itu.

Seperti paham ungkapan oleh Napoleon Hill, "jangan menunggu tidak akan pernah ada waktu yg tepat. Mulailah dimanapun anda berada dan bekerja dengan alat apapun yg anda miliki. Peralatan yg lebih baik akan ditemukan ketika anda melangkah", rupanya ia mengaplikasikan hal tersebut pada pekerjaan yg tengah digelutinya.

Alat yg ia gunakan adalah bahasa itu sendiri dan alat yg ditemukan ketika ia melangkah adalah keberagaman bahasa itu sendiri. Gadis lajang ini amat pandai menggeluti dunia pemasaran dan kebahasaan yang dikemasnya secara epic dalam terobosan dunia bisnis. Patut dicontoh oleh kaum milenial yang tengah berada dalam masa penjajakan untuk dijadikan contoh dalam pembelajarannya.

"Pokoknya kerja tidak neko-noko. Jujur dan jalani apa adanya itu aja kuncinya mbak" ujar dia saat ditemui di Alun-alun Lumajang.(Ind/red)

loading...

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi