Content: / /

Pilkada Lumajang, Dari Dunia Nyata Hingga Dunia Maya

Citizen Jurnalism

08 April 2013
Pilkada Lumajang, Dari Dunia Nyata Hingga Dunia Maya

Lumajang-Ajang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang 2013, tak hanya ramai menjadi perbincangan di warung-warung kopi, pengajian dan lainnya, namun juga ramai didunia maya atau media sosial seperti facebook. Sejumlah tim sukses, atau pendukung berat salah satu calon akan meng-Upload gambar-gambar pencitraan dari calon yang didukungnya.

Bila kita sering online dimedia sosial (facebook), maka kita akan menemukan sejumlah grup facebook yang inten membahas pilkada Lumajang. Sperti Grup Buletin An-Nahdoh, dan beberapa grup lainnya yang menyebut masing-masing pasangan calon. Dalam media sosial itu, ada yang menggunakan akun asli namun juga ada yang menggunakan akun-akun aspal (asli tapi palsu).

Akun aspal biasanya lebih kritis dan pro-aktif dalam "menjelek-jelekkan" pasangan calon yang lainnya. Sedangkan akun asli cenderung lebih sopan sedikit, ketika ingin mengkritisi dan nyindir bakal calon yang lainya.

Perang di dunia maya tak terlepas dari semakin berkembangnya akses informasi, seiring dengan perkembangan tekhnolgi. Para pecandu dunia maya kini tidak perlu lagi datang kewarnet untuk bisa online. Namun cukup dari ponselnya, sudah bisa langsung online dan melihat komen-komen yang ada di media sosial.

Bila kita amati, sejauh mana ke-efektifan media sosial seperti facebook untuk bisa mendulang suara bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati, tentunya tidak se-fektif ketika calon tersebut langsung bertemu dengan konstituen di bawah.

Dimana, pangsa pasar media sosial adalah para pemilih pemula, mereka yang melek tekhnologi, tataran elit politik menengah ketas, selebihnya tidak akan ada dampaknya. Namun, keberadaan media sosial dirasa cukup asyik untuk lebih menghangatkan suasana poliitk, dan memanaskan hati pendukung fanatik pasangan calon bupati, melalui komen-komen yang saling sindir menyindir.

Kita berharap melui media soial jalannya pilkada Lumajang tetap damai, meskipun komen-komen para pendukung fanatik pasangan calon cukup pedas dan tak jarang membuat pendukung calon yang lainnya kupingnya menjadi panas.(red)
 

loading...

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi