Content: / /

Melihat Gerhana Bulan di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang

Citizen Jurnalism

17 Juli 2019
Melihat Gerhana Bulan di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang

Komunitas Astronomi Arya Wiraraja melihat Bulan di Alun-alun.

Lumajang (lumajangsatu.com) - Bagi sebagian orang, melihat Bulan dengan mata telanjang adalah hal biasa untuk dilakukan di malam hari. Sebagian warga Lumajang khususnya pengunjung Alun-alun Lumajang berkesempatan melihat Bulan dengan cara yang berbeda,  Sabtu (13/7/2019) kemarin.

Mereka berkesempatan untuk melihat Bulan melalui teleskop yang difasilitasi oleh komunitas Astronomi di Lumajang, Arya Wiraraja Astronomi. Kegiatan pengamatan yang dipusatkan di pelataran Alun-alun depan kantor Pemerintah Kabupaten Lumajang ini sukses menarik minat warga Lumajang.

Pasalnya, masyarakat tidak hanya berkesempatan untuk melihat sisi dekat Bulan secara lebih jelas tetapi juga melihat planet Jupiter dan Saturnus. Beberapa dari mereka mengaku baru pertama kali melihat benda-benda langit tersebut.

"Saya suka Astronomi dari SD, tapi baru kesampaian lihat Bulan sama Saturnus sekarang," kagum salah satu karyawan swasta di Lumajang, Ani Faizatul.

Arya Wiraraja Astronomi sendiri menyediakan tiga teleskop yaitu dua reflektor dan satu refraktor untuk mengakomodir warga Lumajang yang penasaran dengan rupa benda langit secara dekat. Kebetulan, planet Jupiter berada dalam jarak dekat (konjungsi) dengan Bulan.

Meskipun lokasi pengamatan sempat terhalang awan mendung, menjelang pukul 21.00 WIB langit beranjak cerah kembali. Belasan warga yang masih senantiasa menanti diajak untuk melihat rupa rasi bintang Scorpius yang memiliki bentuk seperti kalajengking.

"Titik yang terang di sebelah kanan Bulan ini bintang Antares, bintang paling terang dari rasi Scorpius. Kalau ditarik garis dengan bintang ini (menunjuk menggunakan green laser pointer) kemudian dihubungkan juga dengan bintang-bintang di bawahnya maka seakan-akan seperti kalajengking,” ujar salah satu fasilitator dari Arya Wiraraja Astronomi, Faisal Febriansyah saat memandu masyarakat melihat rasi Scorpius.


Bertepatan dengan hari itu pula, kegiatan mengamati Bulan bersama dengan masyarakat umum di Lumajang ini juga untuk menyemarakkan peringatan 50 tahun pendaratan manusia pertama di Bulan. Di bawah koordinasi organisasi astronomi internasional (International Astronomical Union), seluruh komunitas di seluruh dunia diajak untuk mengamati Bulan secara serentak pada Jumat dan Sabtu, 12 dan 13 Juli 2019. (ls/red)

Penulis: Almira Sifak Fauziah Narariya

loading...

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi